Rabu, 17 November 2010

Taukah kamu rasanya sakit hati???????

Untuk Anda yang sedang merasa cintanya ditolak.
Jadi, akhirnya begitu ya?
Setelah kita bersusah-payah memberanikan diri membuat pernyataan.
Setelah berjuang menyusun kata-kata
Setelah memaksa jiwa-raga untuk mengambil kesempatan.
Ternyata
Hasilnya tidak sesuai dengan yang Anda impikan.
Kecewa. Mungkin kecewanya sampai sakit, mungkin sakitnya sangat pedih, mungkin pedihnya sampai dada terasa ditusuk-tusuk.
Saya tahu rasanya gimana. Saya juga pernah tersiksa seperti itu.
Karena itulah, saya ingin berbagi resep untuk mengatasinya. Resep ini cukup efektif untuk saya, siapa tahu efektif juga untuk Anda.
Tertarik?
Oke.
Sebelum lanjut, minumlah dulu satu gelas penuh air bening,
Duduk yang nyaman dan tegap, tarik nafas dalam-dalam, hembuskan sepelan mungkin. Membuang nafas harus lebih pelan daripada menarik nafas. Ulangi beberapa kali.
Nikmati setiap getarannya, kesejukan saat udara masuk, hangatnya udara yang keluar.
Sudah?
Sekarang, sambil menutup mata, amati setiap pikiran yang muncul. Dalam meditasi normal, Anda cukup mengamati setiap pikiran yang datang tanpa melibatkan diri.
Tapi ini bukan meditasi. Kali ini Anda akan bergulat :)
Jadi, dengan mata tertutup, pertanyakan setiap perasaan yang timbul. Ragukan setiap jawaban yang tercipta.
Bertanyalah sekritis mungkin, se-skeptis dan senajis mungkin. Bertanyalah seperti sedang mempertanyakan doktrin-doktrin aneh yang dipaksakan kedalam kepala kita sejak kecil. Bertanyalah seperti sedang meragukan kebenaran-kebenaran tanpa dasar yang kita yakini begitu saja.
Misal, jika rasa sakit muncul kepermukaan, tanyakan: Mengapa sakit?
Jika ada jawaban karena ditolak, tanyakan mengapa ditolak kok sakit? Apa hubungannya? Jika muncul pembenaran bahwa memang harus seperti itu, tanyakan, kenapa harus?
Ajukan terus pertanyaan setajam mungkin. Jangan menyerah sampai setidaknya 20 menit.
Jika Anda berani melakukan itu, setidaknya 3 kemungkinan yang dapat terjadi.
Pertama, anda akan muak, mual, dan ada perasaan ingin meledak. Kalau ini terjadi, ya teriak saja sekencang-kencangnya. HWAAAAARRGH!!! Atau kalau takut tetangga dengar ya pendek saja, HA! Nanti kalau ada yang tanya, bilang saja sedang latihan membunuh kecoa dengan pukulan jarak jauh. Teriakan-teriakan itu akan melegakan.

Kemungkinan kedua, Anda malah jadi tenang. Tiba-tiba Anda sadar bahwa Anda sudah melakukan ketololan luar biasa. Mungkin akan muncul sebuah kesadaran akan sia-sianya perasaan menye-menye seperti yang Anda alami. Mungkin Anda akan begitu saja terbebas dari segala perasaan tolol yang beberapa menit sebelumnya begitu mencekam dan bisa membuat Anda bunuh diri.

1 komentar: